My Dear Junk Bin

aku adalah aku, tapi bisa juga kamu. kamu adalah kamu, tapi bisa saja kamu, atau kamu. atau malah kamu adalah aku. jadi, jangan suka berasumsi, ah! nanti kamu garuk kepalamu yang nggak gatal itu.
Recent Tweets @rista_ykp
Following
Posts tagged "theabc"

Nggak. Aku nggak akan membicarakan tentang ilmu ikhlas. Aku juga masih belajar. Cuma mau cerita. Hehe..

Taaaa udah bangun belommmm?

Udah. Kenapa, wi?

Gueee kangennnn

Begitulah pembuka bbm pagiku dengan sahabat kuliahku. Sudah lama kami nggak ketemu.

Kemudian bergulirlah percakapan diantara kami.

Tidak terlalu banyak. Saking lamanya kami tidak bertemu, nggak terpikir olehku untuk membicarakan beberapa hal remeh-temeh. Hanya beberapa hal esensial. Secara nggak sengaja sampailah percakapan pada kata ikhlas.

Balik jadi anak SD aja lah. Ikhlas aku mah.

Ikhlas mah susah.

Orang tua mah gitu yah. Mau ikhlas aja mikir.

Hahahaha.. Beuh abessss!

Dulu mah waktu SD cuma ditanya, “ikhlas gak pensilnya dipinjem?”. Dijawab, “ikhlas!”. Selesai!

Hahahahaha.. Banget, taa! Kalo sekarang mah tanyanya, “ikhlas gak ide lo diambil?” “ikhlas gak lo ditelikung?”. Jawabnya, “ikhlas pala lu peyang!”.

Ya, aku berpikir.

Dulu, anak kecil mana yang nggak ingin coba jadi orang dewasa. Bisa memutuskan dan melakukan hal-hal yang diinginkannya. Kegiatan hariannya hanya memikirkan sekolah dan bermain. Paling mentok, hal yang bikin pusing adalah ketika harus mengerjakan PR atau ketika ada ulangan esok hari atau khawatir dimarahi ibu karena melakukan kesalahan.

Sekarang ketika aku belajar menjadi orang dewasa, kupikir betapa bahagianya menjadi anak-anak. Ketika dihadapkan pada pertanyaan ikhlas atau nggak, perlu pikirĀ  panjang dulu untuk jawab. Itu pun kadang nggak langsung selesai. X)))

Di suatu pagi, sahabatku mengirimkan pesan. Isinya…

Ya Allah Ya Robb..

Penerima pesanku ini adalah orang yang sholehah

Berkahi dan limpahkan rizki-Mu kepadanya

Bahagiakan dia

Kuatkan imannya

Berikan dia kenikmatan ibadah

Perkaya dia dengan ilmu

Hiasi hatinya dengan kesabaran dan kasih sayang bersama keluarganya

Muliakan wajahnya dengan ketaqwaan dan perindah fisiknya dengan kesehatan

Mudahkan semua urusannya

Ampuni dosa dan kesalahannya

Jadikan dia ahli surga-Mu

Amin ya Robbal ‘Aalamiin

:)

Saya suka blogwalking. Sampai akhirnya menemukan halaman blog dengan judul Tere-Liye. Ada posting-an yang saya suka. Mau saya reblog di sini. :D

Mari kita daftar apa saja yang membuat kita berbahagia selama ini:

1. diterima di sekolah keren

2. bisa melanjutkan sekolah di luar negeri

3. diterima bekerja di perusahaan hebat

4. punya rumah, mobil, dan sebagainya baru

5. berkeluarga, punya anak

6. dapat rezeki nomplok

7. lulus ujian atau tamat sekolah, dan sebagainya yang sejenis

Sayangnya, kalau hanya itu, daftar yang kita miliki itu beberapa poin sama dengan daftar yang dimiliki oleh koruptor, pemerkosa, pedofil, penganiaya, pencuri, dan orang2 lainnya. Mereka juga bahagia karena itu. Demikian.

Sederhana, tapi maknanya dalam. :)

Another bring-the-charger & headset-but-not-the-phone day.

Ciyeeee~ rista cerdas bet cerdas ciyeeee~

Enggg… enggg…

Akhirnya di-posting di sini karena dari kantor gak bisa buka facebook & twitter.

Maaf yaa buat yang menghubungi gue hari ini….

I’ll catch you up soon, people. xD

Stasiun Tawang… Stasiunnya Kota Semarang…

Stasiun yang arsitekturnya masih asli peninggalan Belanda.

*terdengar alunan melodi lagu Gambang Semarang*

Ya, setiap kereta yang datang dan pergi, ke dan dari Stasiun Tawang selalu diiringi melodi lagu Gambang Semarang. Lagu khas Semarang, tapi bukan lagu daerah. Aku sendiri suka lagunya. Pernah kubawakan dengan teman-teman ketika kunjungan KKL kami ke Malaysia.

Stasiun Tawang dan Gambang Semarang selalu melayangkan ingatanku jauh. Iya, jauh. Mengantarkannya kembali ke Jakarta atau Semarang.

Ketika aku kuliah di Semarang, kereta api eksekutif Argo Sindoro dan Argo Muria adalah andalanku. Argo Muria jam setengah 8 pagi dari Stasiun Gambir dan Argo Sindoro jam 6 pagi atau Argo Muria jam 4 sore dari Stasiun Tawang. Aku suka perjalanan dengan kereta api. Banyak yang bisa dilihat dan direnungkan sepanjang perjalanan. Tapi, aku tidak ingin cerita banyak tentang kereta apinya, aku mau cerita tentang stasiunnya. Stasiun Tawang. Stasiun yang selalu memberikan memori yang luar biasa.

Di tempat inilah ketika aku akan pulang ke Jakarta, ingatanku dibawa melayang jauh sampai ke ibukota dengan iringan melodi lagu Gambang Semarang yang mengantar keretaku meninggalkan stasiun. Membayangkan aku akan punya ‘kehidupan’ yang baru. Betapa bahagianya aku akan pulang ke rumah setelah menempuh semester yang melelahkan dan bertemu teman-teman. Atau sekedar ingin pulang karena memang aku punya libur. Bahkan membayangkan apa yang nanti akan kulihat sepanjang perjalanan menuju Jakarta sampai akhirnya aku kembali melihat lampu-lampu di langit Jakarta dan Monas dengan Golden Fire Woman di atasnya. Dijemput mama dan papa di Gambir. Stasiun kesukaanku.

Di Stasiun Tawang pula kadang aku merasa hidupku yang lain segera dimulai. Perjuanganku kuliah di Teknik Planologi Undip dengan kehidupan kos yang memaksaku melakukan semua pekerjaan rumah sendiri. Hehe..

Ketika akhirnya keretaku kembali berhenti di Stasiun Tawang disambut dengan melodi lagu Gambang Semarang, ketika itu pula aku mulai membayangkan bagaimana kehidupan di Semarang nanti sampai libur tiba dan aku kembali ke rumah. Kuliah lagi, bertemu dosen dan teman-teman, hingga mengurus semua keperluan pribadiku sendiri.

Iya, dari Stasiun Tawang inilah aku merasa ‘kehidupan’ku dimulai. Ibarat di-reset setiap aku melakukan perjalanan dengan kereta api.

I love having conversations with my best friend that no one else ever understands but us. :)

Kota yang kupikir hanya akan menjadi tempat singgahku sementara, ternyata mampu memberi lebih dari itu. Mengajariku kehidupan, memberiku banyak teman, mengizinkanku mengecap pengalaman, hingga membuatku merasa ingin kembali dan kembali lagi.

Oh simple thing where have you gone?

I’m getting old and I need something to rely on

So tell me when you’re gonna let me in

I’m getting tired and I need something to begin

And if you have a minute, why don’t we go

Talk about it somewhere only we know

This could be the end of everything

So why don’t we go somewhere only we know

keane - somewhere only we know

Betapa aku memikirkanmu setiap saat.

Iya, seperti kata orang kebanyakan, benci dan cinta itu bedanya tipis.

Hati-hati, sayangku.